7 Langkah Ampuh Mengatasi Ponsel Android yang Mulai Lambat



Geeks.co.id - Ponsel Android seringkali terasa semakin lelet dan mudah crash. Hal seperti ini tentu mengecewakan, apalagi kalau yang dibeli adalah ponsel mutakhir dengan harga hampir mencapai puluhan juta rupiah.

Saat baru pertama kali dibeli, ponsel Android bekerja dengan gegas dan lancar. Setelah beberapa bulan dipakai barulah terasa kinerjanya berkurang.

Kinerja yang lelet tersebut sebenarnya tidak selalu permanen. Ada saja yang terjadi karena suatu sebab dan bisa disembuhkan dengan menempuh cara tertentu.

Cobalah lakukan tujuh cara ampuh, yang dirangkum KompasTekno dari berbagai sumber, untuk mengembalikan kinerja ponsel kembali seperti waktu baru beli.

1. Update OS

Pastikan ponsel Android yang Anda pakai sudah diperbarui ke sistem operasi versi terbaru. Caranya, masuk ke Setting> About device> Software update dan sentuh tombol Check for updates.

Bila menemukan pembaruan, segera unduh dan pasang ke ponsel Anda. Biasanya, selain memperbaiki kinerja, pembaruan ini juga berisi bermacam fitur baru.

Hal yang sama juga berlaku pada aplikasi yang terpasang di ponsel. Usahakan untuk selalu memperbaruinya agar kinerja aplikasi tersebut tetap kencang.

Tentu saja tidak semua produsen ponsel merilis pembaruan untuk sistem operasi Android yang mereka pakai. Adakalanya produsen hanya menyematkan Android 5.1 Lollipop tanpa memperbaruinya ke Android 6.1 Marshmallow. Bahkan, pembaruan keamanan atau sistem secara berkala pun seringkali tidak ada.

Bila itu yang terjadi, tak banyak yang bisa diperbuat. Pengguna cukup memperhatikan saja dan memilih produsen yang rajin memperbarui softwaremereka.

2. Bersihkan home screen

Home screen atau layar utama seringkali dipenuhi berbagai shortcut(pemintas) aplikasi, baik yang baru dipasang atau karena sering dipakai. Cobalah untuk membersihkan pemintas tersebut, hapus dan sisakan seperlunya saja.

Selain itu, pastikan juga bahwa wallpaper yang dipasang bersifat statis. Hindari wallpaper bergerak karena ini berperan membebani kinerja ponsel.

3. Hapus atau matikan aplikasi tak terpakai

Bila menemukan aplikasi yang jarang atau tidak pernah dipakai, segera hapus. Pasalnya aplikasi tersebut juga memenuhi ruang pemrosesan dalam ponsel. Artinya, aplikasi tersebut punya andil dalam membebani kinerja.

Jika tidak bisa dihapus, biasanya Anda tetap bisa mematikan aplikasi tersebut supaya tidak memakan memori.

Caranya, masuk ke Settings> Apps dan perhatikan aplikasi yang ada di sana. Bila menemukan salah satu atau beberapa yang ternyata tak berguna, langsung sajak klik dan pilih disable untuk mematikan tanpa menghapusnya atau uninstall agar langsung dihapus.

4. Matikan animasi

Kurangi atau matikan animasi, maka kinerja Android Anda bisa lebih kencang. Caranya, masuklah ke mene Settings> About phone kemudian carilah menu Device information atau systems.

Dari menu tersebut, cari kolom yang menampilkan Build number. Sentuhlah kolom tersebut sebanyak 7 kali untuk mengaktifkan mode Developer.

Setelahnya, di dalam menu Settings, akan muncul pilihan Developer option. Masuklah ke sana dan temukan kolom Window animation scale, Transition animation scale, serta Animation duration scale. Secara berurutan, ubah angka yang tertera menjadi 0.5x atau Animation off.

5. Bersihkan cache aplikasi

Aplikasi biasanya menyimpan data cached agar bisa dibuka kembali dengan cepat. Seiring berjalannya waktu dan pemakaian ponsel, data cached tersebut bisa menumpuk makin besar dan memakan banyak memori. Kinerja ponsel melambat.

Supaya kinerja sedikit lebih lancar, cobalah longgarkan memori ponsel Anda. Masuk ke Settings> Apps, kemudian pilih aplikasi yang biasanya menyimpan banyak cache. Misalnya media sosial seperti Path. Buka aplikasi tersebut dan pilihlah Clear Cache.

Bila menggunakan Android 6.0.1 Marshmallow, Anda bisa membuka Settings> Storage dan pilih carilah kolom Clear cache.

Pada prakteknya setiap ponsel meletakkan kolom clear cache ini di posisi yang berbeda-beda. KompasTekno menggunakan Lenovo Vibe P1 bersistem operasi Android 6.0.1 Marshmallow dan menemukan fitur Trash Cleaner, untuk membersihkan cache, ada dalam menu Storage.

Selain itu ada juga aplikasi pihak ketiga yang bisa membersihkan cache, misalnya CC Cleaner atau Clean Master.

6. Matikan auto-sync

Seringkali pengguna Android memasang banyak akun, baik berupa media sosial, e-mail dan lainnya. Akun-akun tersebut umumnya terpasang dalam kondisi auto-sync menyala.

Auto-sync sendiri merupakan fitur yang berguna agar aplikasi otomatis menarik data terbaru dalam durasi tertentu, contohnya untuk menerima email. Meski berguna, jika sudah terlalu banyak aplikasi yang memakainya, maka auto-sync juga bisa membuat ponsel menjadi lelet.

Nah, solusinya adalah memilih dan mematikan auto-sync pada aplikasi tertentu. Terutama yang tidak terlalu banyak membutuhkannya.

7. Factory reset

Jalan termudah untuk memperbaiki kinerja ponsel Android Anda adala melakukan Factory Reset. Ini akan membuat software ponsel kembali pada kondisi saat Anda baru membelinya dan membersihkan segala data yang ada di dalamnya.

Memang ini tidak sederhana karena akan menghapus semua aplikasi dan data. Bahkan Anda mesti mengunduh ulang beberapa aplikasi yang memang penting, lalu menyalin ulang data-data.

Namun dengan cara melakukan Factory Reset secara berkala, kinerja ponsel bisa dijaga supaya tetap kencang. Jangan lupa untuk menyiman data cadangan sebelum Anda melakukan hal ini.

SUMBER kompas.com

Apple Mulai Investigasi Kasus iPhone Meledak



Geeks.co.id, California - Kasus iPhone meledak yang kembali terjadi di Amerika Serikat, membuat Apple mengambil langkah cepat. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu akan melakukan investigasi.

Mengutip informasi dari laman Phone Arena, Rabu (12/10/2016), setidaknya ada dua kasus yang menjadi perhatian Apple. Keduanya merupakan kasus iPhone 6 Plus yang dialami pengguna berbeda, tapi memiliki ciri khas sama yakni meledak secara tiba-tiba.

Apple belum berkomentar mengenai investigasi yang sudah dilakukan. Karena itu, belum dapat dipastikan penyebab mengapa dua unit iPhone tersebut meledak.

Laporan pertama mengenai iPhone 6 Plus yang meledak berasal dari seorang siswa di Rowan College, New Jersey, Amerika Serikat. Siswa bernama Darin Hlavaty itu menyebut iPhone miliknya tiba-tiba terbakar saat diletakkan di kantong.

Ia menyebut iPhone itu sudah dimilikinya selama enam bulan. Menurutnya, tak ada yang salah dengan iPhone tersebut. Hanya ada retakan halus, yang disebut tak mungkin membuat ponsel itu dapat meledak.

Kasus terbaru dialami oleh seorang ibu asal Fresno, California, Amerika Serikat. iPhone 6 Plus milik Yvette Estrada meledak secara tiba-tiba dan memicu sebuah kebakaran kecil. Akibatnya, pakaian, sepasang kaca mata, dan dua dudukan Apple Watch yang berada di dekatnya ikut terbakar.

Estrada segera melaporkan hal tersebut pada Apple dan Apple menyebut akan mengganti iPhone 6 Plus dan kelengkapannya secara gratis. Tak lupa, perusahaan yang dipimpin Tim Cook itu menawarkan iPhone 7 pada Estrada, tapi ia diharuskan membayar terlebih dulu.

Sebagai informasi, kasus iPhone meledak secara tiba-tiba juga pernah terjadi pada iPhone paling anyar, yakni iPhone 7. Kasus tersebut pertama kali dilaporkan terjadi di Tiongkok. Uniknya, iPhone 7 tersebut meledak ditengarai terjadi ketika ponsel masih berada di dalam boks penyimpanan.

Ingin Powerbank Kamu Tahan Lama? Ini 5 Hal yang Perlu Dilakukan



Geeks.co.id, Jakarta - Sama seperti smartphone yang sudah tak bisa lepas dari penggunaan tiap harinya, powerbank pun kini menjadi kebutuhan penting bagi banyak orang.

Alhasil, powerbank kerap dianggap sebagai penyelamat saat baterai smartphone kamu sudah tak mampu memberikan pasokan daya saat digunakan sehari-hari.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut timTekno Liputan6.com sajikan beberapa hal yang perlu kamu ketahui saat merawat powerbank.

1. Isi Ulang Hanya Ketika Butuh

Usahakan untuk mengisi powerbank saat dalam kondisi daya minimum, dan langsung cabut dari stop kontak ketika lampu indikator tanda baterai sudah penuh menyala.

Juga ada baiknya mengisi daya powerbank saat indikator baterai tinggal satu bar saja, atau memang akan melakukan perjalan jauh yang tak memungkinkan akses ke stop kontak.

2. Tak Boleh Gunakan Smartphone

Adakala kamu memiliki dorongan untuk menggunakan smartphone saat terhubung kepowerbank. Apapun aktivitas yang hendak kamu lakukan, upayakan agar menunggu ponsel terisi penuh terlebih dahulu.

Terkecuali di saat-saat darurat tentunya. Hal ini dilakukan agar baterai ponsel dapat terisi dengan lebih cepat tanpa gangguan penggunaan seperti jelajah media sosial atau bermain gim.

3. Hindari Suhu Ekstrim

Seperti barang-barang elektronik lainnya, jangan meletakkan powerbank di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung atau sumber panas lain.

Tak hanya panas, udara yang lembab dan intensitas air yang tinggi juga harus kamu hindari. Ada baiknya untuk membungkus powerbank agar suhu yang melingkupinya tetap normal.

4. Jangan Sampai Terjatuh

Sama halnya dengan kebanyakan alat elektronik, powerbank termasuk benda yang rentan rusak apabila terjatuh atau terbentur.

Jika terkena benturan keras kinerja dari komponen baterai di dalamnya pun akan berkurang, atau tak menutup kemungkinan tidak bisa digunakan lagi.

5. Jauhkan Dari Barang Elektronik Lainnya

Selain suhu panas, lembab, dan basah, ada baiknya kamu tidak meletakkanpowerbank dekat dengan alat elektronik lain yang menimbulkan medan magnetik.

Gelombang magnetik yang dihasilkan oleh keduanya akan saling bertabrakan sehingga menyebabkan kerusakan dalam jangka panjang.

Cara Cegah Timbulnya Jerawat yang Disebabkan Smartphone



Geeks.co.id, Jakarta - Beraktivitas seharian, entah itu bekerja, sekolah, kuliah, bermain atau olahraga, kebanyakan orang tak bisa lepas dari yang namanya smartphone.

Maka tak heran bila bakteri yang didapat selama beraktivitas akan terkumpul di permukaan sampai sela-sela smartphone.

Ironisnya, smartphone tidak bisa dicuci atau disterilkan, sehingga tumpukan bakteri itu akan tinggal dan terkumpul di sana. Itu sebabnya, peneliti mengatakan smartphone sama kotornya dengan toilet.

Selain menyebabkan keracunan, diare dan sakit perut, bakteri di smartphone juga dapat menyebabkan masalah pada kulit, salah satunya jerawat.

Oleh karena itu, penting melakukan langkah pencegahan, seperti di bawah ini.

Mengurangi Kontak dengan Tangan

Untuk meminimalisir munculnya jerawat atau timbulnya kanker kulit, tidak ada salahnya mengurangi kontak smartphone dengan tangan.



Sebab, tangan adalah media penghantar yang mentransfer bakteri ke anggota badan, termasuk wajah. Penggunaan headset juga dapat membantu.

Basuh Tangan Sesering Mungkin


Telapak tangan manusia memiliki banyak bakteri yang tersembunyi di permukaannya.

Oleh karenanya, disarankan untuk senantiasa membersihkan tangan dan permukaannya secara rutin agar dapat meminimalisir terjadinya 'transfer' kuman dari tangan ke perangkatmobile.


Jangan Sentuh Wajah




Pencegahan berikutnya adalah dengan menghindari kontak tangan ke wajah. Dengan cara ini, saat menghindari kontak ke smartphone tak dapat dihindari, setidaknya akan mencegah bakteri mengontaminasi kulit wajah.

Bersihkan Smartphone


Terakhir, berusahalah untuk membersihkan smartphone dengan tisu sesering mungkin. Jika ada, gunakan tisu anti-bakteri asal jangan sampai merusak perangkat Anda.

Trik Mengisi Baterai Smartphone Secara Kilat



Geeks.co.id, Bandung
- Mengisi baterai ponsel ternyata bukan lah urusan mudah dan tidak boleh dilakukan sembarangan.

Jika dilakukan demikian, ponsel Anda akan terkena banyak dampaknya. Misalnya, baterai bocor yang membuat ponsel cepat rusak. Yang paling fatal, bisa-bisa ponsel Anda meledak atau terbakar.

Untuk itu, Anda harus membiasakan untuk tidak menggunakan ponsel saat baterainya di-charge. Jika Anda tak ingin menunggu lama, ada beberapa trik yang dapat Anda coba agar baterai ponsel Andai dapat terisi cepat.

1. Ponsel dalam Keadaan Mati
Tips pertama, charge baterai saat ponsel dalam keaadaan mati. Dengan cara ini, ponsel akan sepenuhnya menerima daya, tidak membakar daya untuk aktivitas lain meskipun dalam kondisi tidak aktif.

2. Aktifkan Mode Pesawat
Jika tidak ingin dimatikan, Anda bisa mengaktifkan Mode Pesawat atau Airplane Mode saat mengisi baterai smartphone. Cara ini memang lebih praktis dibandingkan harus menonaktifkan smartphone sebelum men-charge.

3. Gunakan Charger Asli
Tak jarang para pengguna smartphone kerap menggunakan charger murah. Padahal penggunaan perangkat yang tidak orisinal akan berdampak buruk pada smartphone itu sendiri.

Vendor asli pastinya memperhitungkan hal-hal terkait tegangan dan aliran arus yang pas serta ukuran fisik yang tepat digunakan pada smartphone. Jadi, pakailah charger yang asli.

4. Jangan Pakai Smartphone Saat Di-charge
Ini adalah tantangan paling sulit bagi para pecandu smartphone. Jika Anda menggunakansmartphone dalam keadaan di-charge, Anda memaksanya untuk aktif bekerja yang justru menguras baterai. Akibatnya, pengisian ulang daya baterai menjadi lebih lama dansmartphone bisa menjadi lebih panas.

Kini Beli SIM Prabayar di Filipina Harus Pakai KTP



Geeks.co.id, Filipina - Baru-baru ini, pemerintah Filipina menerapkan kebijakan baru terkait pembelian SIM Card ponsel. Masyarakat di sana nantinya diwajibkan untuk menunjukkan kartu pengenal (ID) saat membeli SIM Card.

Senator Loren Legarda mengungkap bahwa pelanggan juga diharuskan untuk mengisi formulir registrasi yang disediakan operator setempat sebelum membeli SIM Card.

Apabila pembeli SIM Card adalah anak di bawah umur, mereka diharuskan untuk membuat surat pernyataan orang tua dan menyerahkan ID anak dan orangtua.

"Jika kita bisa membuat pelanggan pascabayar meregistrasi, kenapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama kepada para pelanggan prabayar?" ujar Legarda seperti dikutip Cellular-News, Selasa (10/10/2016).

Menurutnya, registrasi SIM Card akan mengurangi potensi penipuan dan tindak kriminal yang memakai kartu prabayar.

Sebagai tambahan, operator telekomunikasi di Filipina juga harus memperbarui daftar pelanggan setiap enam bulan sekali kepada badan regulasi telekomunikasi.

Kebijakan ini juga diterapkan di Indonesia sejak tahun lalu. Pemerintah menggalakkan kembali registrasi kartu prabayar kepada calon pelanggan untuk menekan penipuan lewat SMS dan telepon spam.

SUMBER tekno.liputan6.com

Nekat, Pria Ini 'Siksa' iPhone 7 di Dalam Microwave



Geeks.co.id California - Belum ‘afdol’ rasanya jika smartphone terbaru vendor kenamaan seperti iPhone 7 belum diuji daya tahannya. Sebelumnya, smartphone flagshipbesutan Apple tersebut memang sempat ‘disiksa’ salah seorang pengguna.

Pengguna ini menggores layar, tombol home, speaker, antenna band, lensa kamera hingga menyulut korek api untuk memastikan seberapa kuat iPhone 7 dapat menerima siksaan fisik yang dilakukan.

Kini, salah satu unit iPhone 7 harus kembali diuji ketahanannya.

Ya, iPhone 7 kali ini di-'eksekusi' oleh TechRax, seorang penguji ketahanan gadget kontroversial di YouTube.

Biasanya, TechRax melakukan berbagai macam penyiksaan ke setiap smartphone yang baru dirilis. Seperti merendamnya di air rebus mendidih, menggoresnya dengan paku, menjatuhkan smartphone dari gedung pencakar langit, hingga yang paling ekstrem, melemparsmartphone ke lahar api.

Namun kali ini, TechRax bakal ‘mengganyang’ iPhone 7 dengan memasukkannya ke dalammicrowave.

Dari video dengan durasi 2 menit 43 detik yang ia unggah, tampak TechRax meletakkan iPhone 7 berwarna Matte Black ke dalam microwave hanya dalam waktu tiga detik.

Setelah dikeluarkan, iPhone 7 masih menyala. Tak puas dengan hasil, YouTuber dengan julukan ‘penyiksa gadget’ ini kembali memasukkan iPhone 7 ke dalam microwave dengan waktu yang lebih lama, yaitu 1 menit.

Setelah satu menit berlalu, iPhone 7 masih menyala dan dapat berfungsi. Kian penasaran, ia akhirnya kembali menyimpan iPhone 7 di dalam microwave dengan waktu yang tidak ditentukan.

Setelah beberapa saat, barulah iPhone 7 mati total dan tidak dapat ia nyalakan. Menariknya, bodi iPhone 7 tidak meledak, yang ditemukan hanya cacat di beberapa bagian belakangnya saja.

“Bau (gosong) sekali. Setelah 'dipanaskan' beberapa saat, iPhone 7 akhirnya mati, namun dengan kondisi yang tidak hancur. Seharusnya Tim Cook mengakui bahwa smartphone inimicrowave-proof,” candanya.


Tips Hindari Ponsel Android dari Virus Berbahaya



Geeks.co.id, Bandung - Layaknya manusia, smartphone Android juga bisa dijangkiti virus berbahaya yang berpotensi mengancam privasi dan keamanan Anda.

Ada beribu cara yang dimiliki peretas (hacker) untuk bisa mengontaminasi perangkat Anda. Selain berhati-hati, kita juga dituntut cerdas dalam mengenali ancaman.

Untuk itu, ulasan berikut ini dapat menjadi tips agar ponsel Anda tak terjangkit virus berbahaya:

1. Akses ke Aplikasi
Meskipun Anda mengunduh aplikasi dari Google Play Store, Anda tetap wajib waspada. Pasalnya, masih ada banyak aplikasi yang diprogram untuk memata-matai (spyware).

Untuk itu, saat memasang aplikasi, perhatikan permission access yang muncul saat Anda ingin memasang aplikasi. Jika terdapat permintaan izin ke tool yang mencurigakan, batalkan segera.

2. Pakai Antivirus Terbaru

Memasang antivirus memang penting untuk dilakukan, meski ada risikonya. Tetapi yang perlu diingat, pasang lah antivirus versi terbaru agar fungsinya lebih maksimal.

Ada banyak aplikasi antivirus untuk Android, misalnya aplikasi dari VGA, Kaspersky, Norton dan bahkan Avast. Hanya ambil dari vendor ternama tersebut, daripada sekadar gratis dari sumber tak terpercaya, namun akhirnya malah menyebarkan virus di ponsel cerdas Anda.

3. Hati-hati Gunakan WiFi Publik
Semua orang pasti senang jika mendapatkan akses internet gratis. Tapi, perlu Anda ketahui bahwa WiFi sangat sering digunakan oleh peretas untuk masuk ke dalam sistem perangkat. Jadi, pastikan koneksi publik tersebut aman dan ditawarkan oleh penyedia layanan yang terpercaya pula.

4. Update Sistem Operasi Anda
Pabrikan smartphone biasanya merilis sistem operasi versi terbaru secara berkala. Suka atau tidak suka, Anda butuh perlindungan yang lebih optimal. Hal ini dapat Anda rasakan lewat pembaruan (update) sistem operasi. Proses pembaruan software ini tidak memakan waktu lama.

Selamat mencoba!

Wow, Kesaktian Dimas Kanjeng Merambah Menggandakan Uang di Dunia Games



Jakarta - Kasus yang menimpa Dimas Kanjeng Taat Pribadi mencuri perhatian publik, termasuk developer game lokal. Seolah tak ingin ketinggalan momen, mereka berinisiatif membuat game yang menggambarkan sosok kontroversial tersebut.

Guru sebuah padepokan di Jawa Timur ini namanya mendadak mencuat setelah dijadikan tersangka atas pembunuhan santrinya sendiri. Selain ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan, Dimas Kanjeng juga diklaim sakti lantaran bisa menggandakan uang.

Dalam berbagai kesempatan atau di video berdurasi singkat di media sosial, Dimas Kanjeng memamerkan keahliannya yang bisa menggandakan uang. Keahlian inilah yang akhirnya membuat sejumlah developer ingin mengabadikannya menjadi sebuah game.

Dari pantauan, setidaknya ada delapan aplikasi/game yang beredar di Google Play Store. Semuanya ini bisa Anda unduh secara gratis tanpa dikenakan biaya. Namun game Dimas Kanjeng ini tetap berusaha untuk menggandakan uang dari iklan yang ditempeli.

Meski bisa dikatakan hanya aji mumpung, tak sedikit dari developer game Dimas Kanjeng ini yang niat menggarap gamenya. Seperti misalnya game bertajuk, Dimas Kanjeng Run, di mana sang developer menggunakan engine Unity, sehingga grafis tampak halus dibanding game Dimas Kanjeng lainnya.




Kebanyakan game Dimas Kanjeng ini mengarah pada tudingan penggandaan uang. Maka jangan heran, jika antara game yang satu dengan yang lain memiliki konsep yang mirip.

Di Dimas Kanjeng Run misalnya, Anda bertugas mengendalikan sosok Dimas Kanjeng yang berlari-lari dari satu stage ke stage lain hanya untuk mencari uang.



Beberapa game lainnya pun demikian, seperti Dimas Kanjeng Gandakan Uang, Dimas Kanjeng Mengejar Rupiah, dan Petualangan Dimas Kanjeng. Sisanya hanya game tidak jelas dengan konsep hampir sama.





SUMBER linkna

Bahaya... Jangan Pasang Banyak Terminal di Stop Kontak!



Geeks.co.id – Dina adalah tipe wanita sibuk. Sampai di rumah, wanita karier yang bekerja kawasan komersial Jakarta ini, langsung menuju kamarnya. Kebetulan hari itu dia pulang larut. Dalam benaknya, sudah terbayang esok harus datang lebih pagi, karena ada janji dengan klien.

Baru mau merebahkan diri, dia teringat akan perangkat kerjanya yang sudah habis daya. Perlahan, ia keluarkan barang-barang itu dari dalam tas. Ada laptop, tablet, smartphone, dan power bank. Semua sama-sama harus kembali diisi dayanya.

Sayangnya, stop kontak dalam kamar hanya ada dua. Itu pun, salah satunya sudah dipakai untuk kipas angin. Maka dari itu, sambungan terminal T (T-steker) jadi solusi.

Pengalaman Dina kerap dialami banyak orang. Bahkan, ada juga yang menyambungkan stop kontak dengan colokan cabang empat, kemudian masih dicabang lagi dengan terminal T. Tujuannya, biar colokan muat banyak.

Pertanyaannya, bolehkah seperti itu? Aman?

Frankco Nasarino Nainggolan, Product Marketing Partner Retail Business Schneider Electric Indonesia mengamini bahwa hal seperti itu kerap terjadi. Namun, Rino, biasa ia disapa, mewanti-wanti bahayanya.

"Stop kontak yang dipasangi banyak terminal berpotensi lebih mudah mengalami kebakaran dan menimbulkan korsleting.

Alasannya, sebut Rino, siapapun tidak bisa menjamin penambahan terminal T pada titik kontak secara berulang yang dilakukan selalu tepat (pas).

"Bila tidak pas menyambungnya bisa timbul percikan listrik," tambahnya.




Untuk itu, saat terpaksa menyambungkan cabang terminal pada stop kontak, seseorang perlu memastikan letaknya sudah tepat. Selain itu yang tak kalah penting, cabang sambungan dipakai bukanlah barang KW atau tiruan.



Beberapa komponen pada perangkat listrik palsu biasanya sudah dikurangi untuk mengakali harga jual menjadi lebih murah. Padahal, mengurangi komponen perangkat bisa menimbulkan bahaya.

Kekuatan hantar arus

Pada dasarnya, tak ada hitungan jumlah ideal cabang yang disambungkan pada satu stop kontak. Rino mengatakan, hal itu berhubungan dengan kemampuan hantar arus (KHA) dari kabel yang dipakai.

Ada tiga jenis kabel bergantung penggunaannya yanng biasa dipakai di rumah, yakni NYA, NYY, dan NYM. Bila memakai kabel NYA—yang memiliki ukuran 1,5 milimeter persegi dan punya kemampuan hantar arus 11 ampere—misalnya, bisa menahan hingga 2.420 watt.

"Menghitungnya, 11 ampere dikalikan tegangan 220 volt. Berarti 2.420 wattkan," imbuhnya.





Dengan jumlah itu, kata Rino, jumlah watt terpakai di rumah tidak boleh melebihi angka tersebut.


"Jadi kalaupun asumsinya hanya ada satu stop kontak, berapapun cabang atau alat listrik yang dicolokkan tidak boleh melebihi batas tersebut," katanya kembali.

Cara amannya, kata Rino yaitu dengan pemasangan MCB atau Mini Circuit Breaker. Sebagai salah satu perangkat listrik, MCB berfungsi sebagai pengaman terhadap gangguan hubungan singkat dan beban listrik lebih di rumah.

Jadi, ketika pemilik rumah menghubungkan beban berlebih pada instalasi listrik, maka MCB akan secara otomatis memutuskan arus listrik.

SUMBER Kompas.com